Senin, 22 Desember 2025

Malaikat tanpa Sayap

 Di balik langkah kakiku

Kuyakin ada doa yg selalu teriring untukku

Tak terdengar oleh telingaku

Namun kehadirannya terasa nyata di hatiku


Meski beribu pinta kulayangkan padamu

Terkadang aku meragu

Tak adakah lelah di bahumu

Sebab kulihat dirimu

Selalu berdiri tegak dan teguh


Tiada keluh meski penuh peluh

Tiada tangis meski hati pernah tertusuk

Begitu tegar engkau

Walau dunia tak ramah padamu


Namun itulah engkau

malaikat tanpa sayapku

yang penuh cinta 

kupanggil "Ibu"

Share:

Minggu, 21 Desember 2025

Malam

 Malam menyapa tanpa suara

Tak memanggil nama

Namun hati merasa

Ini saatnya diri menghadap


Melepaskan semua beban di atas sajadah

Sembari bersimpuh memohon ampunan

Atas bertambahnya dosa

Atas melemahnya iman


Kulangitkan lantunan doa

Memohon hadirnya cahaya

Di tengah lorong kehidupan nan gelap

Yang mengaburkan pandangan

Antara salah dan benar


Langkah ini seringkali goyah

Dan pilihanku tak selalu benar

Kala hati, akal, dan sikap berbenturan

Kuharap Engkau hadirkan cahaya kebenaran

Agar langkahku tak lagi salah

Menuju-Mu dengan tenang,

meski perlahan

Share:

Selasa, 02 Desember 2025

Senin, 01 Desember 2025

?

 Kukira ini adalah kisah yang tak pernah dimulai. Yang akan mudah terlupakan, terabaikan dan hilang seakan memang tak pernah ada. Tapi ternyata kisah ini telah berlangsung lebih lama dr yang kukira. Hingga bila ditelisik, tak tahu kapan semua bermula. Kisah lama yang belum memiliki akhir yg jelas. Namun jejaknya membekas begitu dalam. 


Ada rasa hangat yg tumbuh. Tiap kali bayangannya melintas. Ternyata yg dulu hadir hanya sebentar bisa meninggalkan senyum yg tak pernah benar-benar hilang hingga sekarang. Entah apakah kisah ini sebenarnya memang sudah berakhir. Atau masih berlangsung dan menjadi misteri takdir. Biarlah semua di tangan Sang Pemilik Skenario.

Share:

Persimpangan

 Ada masa ketika hati berdiri di persimpangan. 

Di satu sisi ada yg hadir mengetuk perlahan, sabar menunggu di depan pintu. 

Di sisi lain ada pintu yg terbuka utk yg tak pernah benar" pergi, meski langkahnya lama tak terdengar. 


Yang hadir perlahan, membawa percakapan dan membangun jembatan.

Yg tak benar" pergi, bayangnya tak pernah hilang meski waktu berusaha menghapusnya.

 Ia tak menyapa apalagi mendekat. 

Namun hati ini tetap menoleh ke arah dimana ia dulu berdiri.


Dan kini, hati ini terjebak. 

Antara memilih yg menghampiri.

Atau menunggu yg entah apakah akan kembali. 


Haruskah membuka lembaran baru

Atau menunggu halaman lama disambung kembali.


Haruskah memilih yg datang membawa kesempatan.

Atau menanti yg benar" diharapkan.

.

.

.

Mungkin jawabannya bukan pada mana yg harus dipilih. 

Tapi pada siapa yg benar" memilih hati ini tanpa ada keraguan. 


Biarlah irama takdir yg mengiring.

Mengikuti kehendak Sang Pemilik Hati.

Share: