Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Januari 2026

Jawaban atau Ujian

 Kupikir dengan kejelasannya, hati ini tenang

Nyatanya justru hadir rasa bimbang

Setiap jawaban perlu dipikir matang

Agar tetap tegak, tak mudah tumbang


Katanya waktu yang akan menjawab

Namun seringkali ia hanya jadi kata tanpa sebab

Sebab jawaban tak lahir dari menunggu semu

Melainkan dari petunjuk yang mengetuk kalbu


Bukan waktu yang menentukan arah

Melainkan tanda yang menenangkan resah

Dari Dia, Sang Maha Pemberi Petunjuk

Tempat segala ragu akan luruh


Yang memang untukmu kelak kan hadir padamu

Yang bukan untukmu akan menemukan jalannya untuk menjauh

Share:

Senin, 22 Desember 2025

Malaikat tanpa Sayap

 Di balik langkah kakiku

Kuyakin ada doa yg selalu teriring untukku

Tak terdengar oleh telingaku

Namun kehadirannya terasa nyata di hatiku


Meski beribu pinta kulayangkan padamu

Terkadang aku meragu

Tak adakah lelah di bahumu

Sebab kulihat dirimu

Selalu berdiri tegak dan teguh


Tiada keluh meski penuh peluh

Tiada tangis meski hati pernah tertusuk

Begitu tegar engkau

Walau dunia tak ramah padamu


Namun itulah engkau

malaikat tanpa sayapku

yang penuh cinta 

kupanggil "Ibu"

Share:

Minggu, 21 Desember 2025

Malam

 Malam menyapa tanpa suara

Tak memanggil nama

Namun hati merasa

Ini saatnya diri menghadap


Melepaskan semua beban di atas sajadah

Sembari bersimpuh memohon ampunan

Atas bertambahnya dosa

Atas melemahnya iman


Kulangitkan lantunan doa

Memohon hadirnya cahaya

Di tengah lorong kehidupan nan gelap

Yang mengaburkan pandangan

Antara salah dan benar


Langkah ini seringkali goyah

Dan pilihanku tak selalu benar

Kala hati, akal, dan sikap berbenturan

Kuharap Engkau hadirkan cahaya kebenaran

Agar langkahku tak lagi salah

Menuju-Mu dengan tenang,

meski perlahan

Share:

Selasa, 02 Desember 2025

Senin, 01 Desember 2025

?

 Kukira ini adalah kisah yang tak pernah dimulai. Yang akan mudah terlupakan, terabaikan dan hilang seakan memang tak pernah ada. Tapi ternyata kisah ini telah berlangsung lebih lama dr yang kukira. Hingga bila ditelisik, tak tahu kapan semua bermula. Kisah lama yang belum memiliki akhir yg jelas. Namun jejaknya membekas begitu dalam. 


Ada rasa hangat yg tumbuh. Tiap kali bayangannya melintas. Ternyata yg dulu hadir hanya sebentar bisa meninggalkan senyum yg tak pernah benar-benar hilang hingga sekarang. Entah apakah kisah ini sebenarnya memang sudah berakhir. Atau masih berlangsung dan menjadi misteri takdir. Biarlah semua di tangan Sang Pemilik Skenario.

Share:

Persimpangan

 Ada masa ketika hati berdiri di persimpangan. 

Di satu sisi ada yg hadir mengetuk perlahan, sabar menunggu di depan pintu. 

Di sisi lain ada pintu yg terbuka utk yg tak pernah benar" pergi, meski langkahnya lama tak terdengar. 


Yang hadir perlahan, membawa percakapan dan membangun jembatan.

Yg tak benar" pergi, bayangnya tak pernah hilang meski waktu berusaha menghapusnya.

 Ia tak menyapa apalagi mendekat. 

Namun hati ini tetap menoleh ke arah dimana ia dulu berdiri.


Dan kini, hati ini terjebak. 

Antara memilih yg menghampiri.

Atau menunggu yg entah apakah akan kembali. 


Haruskah membuka lembaran baru

Atau menunggu halaman lama disambung kembali.


Haruskah memilih yg datang membawa kesempatan.

Atau menanti yg benar" diharapkan.

.

.

.

Mungkin jawabannya bukan pada mana yg harus dipilih. 

Tapi pada siapa yg benar" memilih hati ini tanpa ada keraguan. 


Biarlah irama takdir yg mengiring.

Mengikuti kehendak Sang Pemilik Hati.

Share:

Sabtu, 29 November 2025

SEPUCUK SURAT UNTUKMU DI SURGA

 Halo , sahabat . . maaf aku terlambat untuk menuliskan surat ini. Meskipun menjadi hal mustahil untukmu membaca surat ini, maafkan keegoisanku ya. .


Lama kita tak bersua, namun aku masih mengingat bagaimana suara dan logat unik mu yang terdengar ceria. Tawamu yang meriangkan hati. Tatapan matamu yang menyejukkan. Dan pelukan hangat setiap kali kita bersua. Aku masih ingat bagaimana awal pertemuan kita. Pertemuan awal yang sederhana namun menjadi suatu hal yang aku syukuri hingga saat ini. Berawal dari hanya bertukar tatap dan senyuman kecil akhirnya kita semakin dekat dan  menjadi sahabat. 


Banyak hal telah kita lalui bersama. Dari hal yang menyenangkan, menyebalkan hingga menyedihkan. Ketika dokter memvonismu mengidap penyakit itu, sungguh dadaku terasa sangat sesak. Seakan ada bongkahan batu besar yang mengganjal di dada. Sedangkan kau hanya tersenyum seakan itu bukan apa-apa. 


Waktu begitu cepat berlalu, akhirnya kamu memilih untuk kembali bersama orangtuamu dan melanjutkan pengobatan di kota yang lebih besar. Meski jarak ratusan kilometer memisahkan kita. Kita masih bertukar kabar. Seringkali mengobrolkan hal-hal konyol seakan jarak bukanlah apa apa. Saat itu aku berjanji pada diri sendiri kelak bila aku sudah bekerja aku akan menemui mu di kota besar atau mengunjungi rumah nenekmu ketika kamu pulang ke kampung halaman yang jaraknya hanya puluhan kilometer dari rumahku. 


Lagi dan lagi waktu terus berlalu. Kesibukan seakan menjadi rantai yang tak memberi ruang gerak. Aku belum bisa memenuhi janjiku. Hingga akhirnya hari itu tiba. Hari ketika aku pertama kali ke rumah nenekmu dan untuk terakhir kalinya aku melihatmu. Tanpa bisa memelukmu. Tanpa bisa mendengar suaramu.

 

Apakah ini bisa disebut dengan pertemuan? Ketika hanya aku yang melihatmu. Ketika kata saling sudah menjadi hal yang mustahil. Tak ada lagi saling memeluk, saling melihat, saling bertukar cerita, saling tertawa. Tak terdengar lagi melodi dari suaramu pun celoteh riang mu. Tak terlihat lagi tatapan hangat mu. Tubuhmu terbujur kaku. Namun wajah cantikmu masih terlihat cerah seakan kamu hanya tertidur lelap

Aku terlambat. Terlambat untuk menemui mu. Terlambat untuk menghubungimu. Penyesalan menggerogoti hatiku. Sakit. Hati ini sangat sakit. Dada ini sesak. Air mata menetes tanpa henti. Rasanya ini hanyalah satu dari sekian mimpi buruk ku. 


Saat itu kulihat ibumu terlihat tegar. Entah apakah beliau memang tegar atau air mata telah habis usai meluapkan duka yang mendalam. Ah, sekarang aku tahu. Sikap tegar mu ternyata menurun dari ibumu. 


Sahabatku, Allah sangat sayang denganmu. Dia memanggilmu di bulan penuh berkah. Bulan penuh ampunan. Aku hanya bisa berucap tanpa berharap kamu bisa mendengarnya, tanpa berharap kamu bisa membacanya. Namun aku ingin menuangkannya di sini. 


Selamat tinggal sahabatku. . Meski pertemuan kita singkat, semua kenangan indah tentangmu masih kusimpan dalam kotak memoriku. Aku berjanji akan selalu mendoakan mu. Surga untukmu, sahabatku. .


Sahabatku, Fitri Nurhalimah 🤍

Share:

Kamis, 03 April 2025

Pernikahan

Dulu, aku berpikir pernikahan adalah suatu hal yang menakutkan. Bagaimana bisa aku harus hidup dengan orang asing? Bagaimana bisa aku menyerahkan hidupku pada orang lain? Aku yang buruk dalam beradaptasi ini, bagaimana bisa beradaptasi dengan orang baru, keluarga baru, tempat baru? Membayangkannya saja aku tidak mau. Padahal pernikahan adalah hal yang lumrah dan seakan kini menjadi patokan berlanjutnya hidup seseorang. Fase yang dianggap wajib untuk dilalui setiap orang. 

Aku belajar bahwa pernikahan tidak selalu berisi dg kebahagian. Berkaca dari kehidupan pernikahan orang tuaku, pernikahan adalah tentang 2 orang yg berkomitmen utk tetap memilih satu sama lain dalam keadaan apapun. Benar-benar apapun. Mungkin bila kita masih single, saat kita dihadapkan dengan masalah yg sulit, kita bisa menepi dan menenangkan diri. Dengan menjauh dari keluarga misalnya. Tapi bila sudah menikah, menepi atau kabur meskipun utk menenangkan pikiran tanpa memberitahu pasangan dan tanpa meminta ijin pasangan bisa menimbulkan percikan api yang bila dibiarkan bisa menjadi api membara yang membakar kedamaian dalam pernikahan.

Aku tidak berharap lebih dg kehidupanku setelah menikah. Aku hanya mengharapkan hal sederhana. Hidup tanpa ada suara bentakan. Tanpa ada nada tinggi. Tanpa ada yg merasa diri paling benar. Pernikahan yang saling merangkul, yang isinya saling menasihati bukan membentak, yang saling mendengar, yg saling mengingatkan bukan menyalahkan, yang saling memaklumi bukan saling menuntut, yang saling memahami bukan merasa paling benar, Saling terbuka bukan saling memendam. Yang aling memperjuangkan satu sama lain. . Dalam keadaan sesulit dan seminus apapun. Pernikahan yg di dalamnya aku dan suamiku merasa tenang dan nyaman. Pernikahan yg bisa membawa kami ke surga. Pernikahan yg sakinah mawadah warahmah. ♥️

Share:

Minggu, 14 Juni 2020

Now I know

Disini aku belajar banyak. Dan menemukan karakterku yang sebelumnya tak kusadari. 
Aku belajar, bahwa tak semua perintah atasan harus kita setujui. Jangan lupa kita hidup di jaman demokrasi. Kita boleh kok menyampaikan pendapat, kita tak pernah tau pendapat kita yang mana yg bisa dijadikan solusi. So, keluarkan pendapatmu sebanyak-banyaknya. Tak perlu khawatir bila pendapat kita tak digubris. Yang penting kita mengeluarkan pendapat. Yang menunjukkan bahwa kamu juga punya prinsip. Tidak hanya mengikuti arus yang entah dimana akan bermuara. 
Semua ada pada kendali mu. Lagi-lagi jangan batasi dirimu. Membatasi diri sama saja membatasi perubahan utk jadi lebih baik. Cobalah berpikiran terbuka. Jangan tahan hatimu. Dengarkan hatimu. Biarkan ia bersuara dg leluasa. Kamu tak boleh memenjarakan diri hanya karna kamu tak memiliki kepercayaan diri dan tak yakin dg pendapatmu. 
Jaga perkataanmu. Apa yang kamu ucapkan bisa menjadi dua hal. Pertama sebagai obat penyembuh dan kedua sebagai racun pembunuh. Jangan sampai apa yang kamu ucapkan bisa menjadi racun yang membunuh ketenangan. Atau menjadi virus yang menyebarkan isu tak benar. Apapun info yang kamu dapat, saring dulu baru sharing. 
Lakukan semua pekerjaan mu dg sepenuh hati, ikhlas dan ingat Allah. Ingat, semua yg kamu lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak. Menjadi karyawan yg tidak amanah bukan hal baik yang bs dipelihara. Lakukan yg terbaik dan jadilah karyawan yg amanah.
Jangan mudah percaya. Apa yang dikatakan oleh satu orang belum tentu itu benar. Terkadang orang lain hanya menyampaikan info dari apa yang dilihat dg sebelah mata. Berita yang sama berdasarkan kacamata orang lain mungkin beda lagi. Pintar" memilah mana yang bisa dipercaya dan mana yang tidak. 

Share:

Selasa, 26 Mei 2020

PILIH MANA? GURU / KARYAWAN SWASTA / ENTERPREUNER

Sejujurnya, dari kecil aku tak pernah memiliki angan untuk menjadi karyawan swasta/kantoran. Bagiku, menjadi karyawan sangat membosankan dan penuh tekanan. Entah tekanan dari atasan, bawahan maupun rekan kerja. Oleh karena itu, aku benar-benar tidak memiliki keinginan untuk menjadi karyawan kantor. Namun angan hanyalah angan. Manusia bisa berencana, Allah yang memutuskan. Dan disinilah aku.
Terlepas apakah posisi yang kumiliki sekarang apakah sesuai dengan jurusanku atau tidak, aku merasa tidak cocok dengan pekerjaan ini. Dari kecil aku lebih senang berkutat dengan komputer atau angka daripada dengan manusia. Aku merasa sulit untuk memberikan intruksi kepada teman-teman. Apalagi bila mereka memiliki argumen untuk menolaknya dan argumen itu sangat masuk akal. Aku bukan tipikal orang yang suka berdebat. Ketika oranglain tak bisa menerima masukan atau argumenku, ya sudah. Aku tak memaksa dan aku tak berusaha membuat mereka paham dengan apa yang kupikirkan.
Karena menurutku perbedaan pendapat itu wajar. Jadi kenapa mesti ada yang salah dan benar? Kita manusia memiliki cerita masing-masing. Bila pandangan kita sama ya alhamdulillah, bila tidak, yasudah pasti ada alasan dibalik itu semua. Kita tak pernah tahu apa yang dialami orang lain selain orang lain itu bercerita kan? yaa begitulah hidup. Lalu kenapa mesti membenarkan pendapat kita dan menganggap pendapat lain salah?

Share:

Minggu, 26 April 2020

Jangan Lupa Bersyukur


 

Pernah nggak sih kamu ngerasa dunia ini nggak adil? Ngerasa hidupmu apess terus, nggak ada yang bener. Apa yang kamu pingin  nggak ada yang tercapai padahal kamu udah usaha. Planing yang kamu susun rapi jadi amburadul karna variabel tak terduga. Lalu kamu lihat orang lain lancar bener usahanya. Bisa dapetin apa yang mereka mau dengan mudah. Yah, lagi-lagi umput tetangga emang terlihat lebih hijau gaes. Buat kamu yang lagi ngerasa kayak gini. Tenang kamu nggak sendirian. Jadi ayo kita nangis bareng sob :") T_T
Eitss,, tapi bukan itu inti dari postingan ini. Nangis boleh tapi jangan keterusan yaa. Kasian air matamu bisa habis :")
Sebelum ngejudge bahwa dunia itu nggak adil, yuk koreksi diri dulu. Pernah kepikiran nggak, mungkin apa yang kita dapatkan sekarang adalah balasan dari kelakuan kita di masa lalu. Mungkin kita pernah berbuat dzalim sama seseorang tanpa kita sadari atau malah kita jahat sama Allah. Nggak sholat tepat waktu misalnya, atau ngga memberi zakat. Jangan sampai kita hanya berfokus pada apa yang kita dapatkan, kemudian lupa dengan apa yang harus kita lakukan / berikan. :"

Bisa jadi masalah yang kita hadapi sekarang adalah balasan dari kelakuan kita di masa lalu

Yuk intropeksi diri dan lebih belajar bersyukur lagi. :)
Share:

Rabu, 29 Januari 2020

Sajak Murid

Ceritanyaa adikku yg masih sd minta bantan buat bikin puisi sederhana, akhirnya inilahhh hasilnyaa ^=^


Mentari telah terbit
Menyapa kami para murid
Yang tengah belajar sepenuh hati
Merakit mimpi untuk kami raih


Rintangan demi rintangan kami lalui
Namun tiada menjadi hambatan bagi kami
Untuk melangkahkan kaki kecil kami
Menuju jenjang yang lebih tinggi


Usaha usaha usaha
Doa doa doa
Tak henti kami melakukan keduanya
Demi membanggakan orang tua
Dan torehkan senyum di wajah mereka


Tak lupa membanggakan pahlawan kami
Pahlawan tanpa tanda jasa
Yang tiada henti membimbing kami
Agar kami mampu bersiap
Terbang perlahan menjemput mimpi

Share:

Realita Dunia Kerja

Sudah hampir 1 bulan aku bekerja.
Dunia kerja tidak sesimpel dunia sekolah atau perkuliahan. Persoalan di dunia kerja lebih rumit dan pelik di luar apa yg kupikirkan.
Jadi kangen masa kuliah dan sekolah. Ketika kita hanya perlu menjawab soal" yg disodorkan. Memang benar ketika kuliah kita dilatih menghadapi persoalan dg melalui tugas atau fgd. Tp dunia kerja tak sesimpel itu. Ketika terjun di lapangan trnyata sgt berbeda dg teori. Jawaban yg harusnya menjadi solusi menurut pola pikir orang yg paham teori trnyata malah menjadi masalah bagi orang lapangan.
Ahhh aku pasti bisa .

realita kerja membuatku tersadar bahwa komunikasi adalah hal pokok yang harus bisa kita kuasai. Padahal komunikasi adalah salah satu kelemahan ku
ahhh rasanya sulit sekali keluar dari zona nyaman ini.
ibarat kepompong , apakah aku bisa keluar dan menjadi kupu-kupu dan terbang?
atau justru menjadi kupu-kupu yang cacat dan mati dari dalam?

Tak ada seorangpun yang bisa kupercaya
Bahkan aku sulit mempercayai diriku sendiri.
hanya Allah SWT . . .


Share:

Selasa, 22 Oktober 2019

Ikhlas

Saat Allah menghendaki kebaikan pada kita, maka tak ada yang dapat menghalangi

Sebaliknya, saat Allah ingin menguji kita dengan sesuatu maka tak ada yang mampu membantu

Seringkali masalah terasa berat jika kita tak berpasrah dengan takdirNya

Sebaliknya, masalah seberat apapun dengan KEIKHLASAN, akan terasa ringan.

Seperti mentari yang ikhlas mencurahkan sinarnya setiap hari

Seperti rembulan yang taat menerangi pekatnya malam

Seperti seorang ibu yang redha melahirkan, membesarkan juga mendidik putra putrinya

Ikhlas bukan berarti diam, tapi bergerak dengan keyakinan,
Berjuang dengan kesungguhan, namun menyerahkan semua hasil pada Dia yang Maha Kuasa.

Karena Dia yang paling tahu takdir terbaik untuk dunia akhirat kita.

Semoga kita tergolong orang yang ikhlas menerima semua takdir dari Nya

Share:

Jumat, 04 Oktober 2019

Ngeluh ~~

Memang, manusia tak pernah merasa cukup akan segala nikmat yang telah Allah berikan. Entah akan sebanyak apa keluh kesah terus muncul dalam setiap langkah kaki kita. Tugas banyak? Ngeluh, pengen cepet-cepet semester akhir dan lanjut skripsi. Judul proposal skripsi nggak di acc? Ngeluh, pengen cepet dapet dosbing.  Dapet dosbing killer? Ngeluh, pengen cepet sidang. Dapet revisi setelah sidang? Ngeluh, pengen cepet wisuda. Belum dapet kerja setelah wisuda? Ngeluh, pengen dapet kerja. Tugas di tempat kerja menumpuk? Ngeluh juga, pengen cepet nikah biar bisa ada tempat sandaran. And Never ending. . .  Endless. . Mengeluh tiada akhir. . terus seperti itu. .
Terus gimana caranya supaya nggak ngeluh? Gampang sih, sabar aja.   Diem, dipendem dalam hati.
Nanti stress dong? Ya nggak gitu juga . . Jangan cuma dipendem terus kabur dari masalah dong. Hadapin tuh masalah tanpa mengeluh. Coba deh setiap mau ngeluh, kita inget" hal positif apa yg kita dapet setelah nyelesai-in apa yg ada di depan kita. Lalu jangan lupa doa sama Allah supaya diberi kemudahan.
Btw, sebenernya, post ini mau aku jadiin tempat ngeluh karna galau mendekati hari H wisuda dan belum dapat kerjaan. Tapi karna tiba-tiba inget ngga boleh ngeluh lagi, akhirnya malah jadilah post amburadul kayak gini xD sankyu sudah mau membaca celotehan tak berfaedahku ini ^=^
Ingat untuk selalu bersyukur dan jangan mengeluh ya ! Apapun yang sedang kamu perjuangkan, tetap semangat dan pantang menyerah! Yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik untukmu :)

4 Oktober 2019
Aulia Maya Nur Lita
Share:

Jumat, 27 September 2019

Selamat Tinggal Sahabat

Selamat tinggal,Sahabatku

Ingin mengucap namun bibir membisu
Ingin menangis namun air mata telah surut
Diriku hanya bisa mematung
Memutar memori indah yang telah berlalu

Tersenyum seakan menjadi hal yang semu
Ketika aku tak bisa lagi bertemu dengan mu
Ketika tak bisa lagi melihat senyummu Ketika tak bisa lagi mendengar gelak tawamu

Ketika tak bisa lagi melakukan hal konyol bersamamu

Penyesalan itu seakan menjadi sebilah pisau tajam
Yang menusuk hatiku terdalam
Mengoyak hatiku
Lalu menenggelamkanku
Ke dalam jurang penyesalan terdalam

Andai aku tahu hari itu hari terakhirmu
Sungguh aku ingin memelukmu
Sungguh aku ingin bersenda gurau denganmu
Sungguh aku ingin membuatmu tertawa
Sungguh aku ingin bersandar di pundakmu
Ingin aku menemanimu lebih lama

Namun, takdir yang telah tergaris
Tak akan pernah bisa kita tepis

Kini hanya senandung doa yang bisa kuberikan untukmu
Ijinkan aku terus mengenangmu
Karna kau adalah sahabatku
Selamat tinggal, sahabatku

Share:

Daun

Kulirik dedaunan itu
Berguguran dg anggun
Daun itu tidak mengaduh
Tidak pula mengeluh

Daun itu bersenandung
Menari dan menyanyi dg riuh
Membuatku terpaku
Dan termenung

Berguguran tnp tangis
Mereka tau ini bukan akhir
Ini adalah sebuah awal baru
Utk mnjd berguna bagi yang lain

Share:

Impian?

Impian. Entah sejak kapan aku buta dg impianku. Aku merasa jiwa pemimpiku sudah mati entah sejak kapan. Rasanya hampa. Mungkin ini yang dinamai 'mati rasa'. Ahh sudahlah. Tak perlu mencaritau apa yg ku rasa.
Kini aku sedang menerka sebenarnya apa yang benar-benar aku inginkan. Sebenarnya apa yang benar" aku sukai? Apa passionku? Apa kelebihanku?
Nothing.
Kata itu terbesit dalam pikiranku.
C'mon. Aku sudah bukan anak berumur 10 tahun. Bahkan anak sd bila ditanya ttg mimpi,kelebihan mereka menjawab dengan percaya diri. Selemah itukah? Aku ingin lebih berani. Menatap lurus kedepan. Merancang rencana perubahan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Impianku tak begitu muluk. Aku hanya ingin berguna bagi orang" sekitarku.
27 September 2019
Share:

Senin, 01 Juli 2019

Ngajar Jadi Guru TK? Siapa Takut?

Aku masih ingat dulu aku mempunyai cita-cita menjadi guru. Hingga waktu kelas 5 SD guruku memintaku untuk praktek sebagai guru di depan kelas. Sejak itu, aku mantap ingin menjadi guru kelak ketika aku dewasa. Menjadi guru menurutku sangatlah hebat. Apalagi guru TK. Mungkin banyak orang yang tidak menyadari betapa hebatnya para  guru TK. dari merekalah kita pertama kali belajar mengenal huruf, angka, nama benda, nama hewan, dan berbagai nama yang ada di seluruh jagat raya. Hebat bukan? Yang membuatku semakin terkagum-kagum dengan guru TK adalah ketika mereka mengajak para murid TK untuk menghafal ayat-ayat suci al-quran. Tidak hanya dikenalkan dengan huruf alfabet tapi mereka juga mengenalkan pada anak-anak huruf arab. kebayang nggak sih berapa banyak pahala yang akan mengalir untuk para guru tk ketika ilmu yang mereka salurkan diterapkan oleh para murid :)

Share:

Senin, 07 Januari 2019

Sang Pejuang Ilmu

Sinar baru dari timur menyeka peluh perjuangan
Menyapa mimpi calon pemimpin bangsa
Jikalau ada setitik hitam dalam jalannya..,
Bukan noktah tanpa makna…,
Lebih dari penggembleng nyata

Jikalau asa memudar.., bukan berarti sirna
Namun hanya sejenak istirahatkan rasa
Bukan egoisme, namun negosiasi dalam isme
Melepaskan dahaga idealisme

Tak ada semburat menyerah, hanya sinar kemenangan
Tertata rapi ditiap pribadi anak ibu pertiwi
Bukan simbolik kekalahan, namun bendera kemenangan
Karena tiada mimpi sia-sia, temaram dalam kelam kesunyian
Namun secercah asa kan mampu membalikan kehidupan
Merubah impian menjadi harapan
Wujudkan harapan menjadi kenyataan

R.E.N.I
19/12/2011
Share: