Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2019

Sang Pejuang Ilmu

Sinar baru dari timur menyeka peluh perjuangan
Menyapa mimpi calon pemimpin bangsa
Jikalau ada setitik hitam dalam jalannya..,
Bukan noktah tanpa makna…,
Lebih dari penggembleng nyata

Jikalau asa memudar.., bukan berarti sirna
Namun hanya sejenak istirahatkan rasa
Bukan egoisme, namun negosiasi dalam isme
Melepaskan dahaga idealisme

Tak ada semburat menyerah, hanya sinar kemenangan
Tertata rapi ditiap pribadi anak ibu pertiwi
Bukan simbolik kekalahan, namun bendera kemenangan
Karena tiada mimpi sia-sia, temaram dalam kelam kesunyian
Namun secercah asa kan mampu membalikan kehidupan
Merubah impian menjadi harapan
Wujudkan harapan menjadi kenyataan

R.E.N.I
19/12/2011
Share:

Minggu, 23 April 2017

rumput

Matahari ramah menyapa

Rumput menengadah kagum menganga

Awan hitam datang menari-nari

Menutupi surya mentari


Tetesan demi tetesan mengguyur

Kukira rumput mengaduh

Kukira rumput mengeluh

Namun rumput bersenandung

Mengiringi melodi air langit


23-April-2017

Share:

Senin, 08 Agustus 2016

Bisikan Malam


Air masih terus mengalir hingga ke muara
Angin masih terus berhembus tanpa mengenal arah
Laut masih sebiru langit yang cerah
Dan matahari masih setia menerangi bumi yang merenta

Aku berjalan merangkak di tengah remangnya kehidupan
Tak tahu arah ingin menghilang dalam ketidakpastian

Sejenak ku berpikir
Masihkah ada asa dalam hati?
Jika esok tiada lagi jiwa dalam raga
Akankah ada melodi air mata yang tercipta?
Ku termenung di bawah payung biru
Sudahkah hati ini terketuk oleh iman?
Ataukah terkunci oleh nistanya kehidupan?

Sejenak melodi tetesan air memanggilku
Menyadarkanku akan realita hidup

Kubasuh jiwaku yang gersang
Bagai salju turun di musim panas
Sejuk dingin dan tenang yang kurasa
Kulangkahkan kakiku dengan mantap
Tuk mendekatkan diri pada sang Pencipta
Share:

Kamis, 07 Juli 2016

Melodi Air Mata


Waktu terus berlalu, dan hidup terus berlanjut
Masih seperti inilah hidupku
Menggigil di tengah panasnya kehidupan
Gemetar takut tuk bergerak
Tertatih takut tuk berjalan

Lidah ini masih juga kelu untuk berucap
Bibir ini bahkan lupa bagaimana utk tertawa
Mungkin terbiasa dengan kemuraman
Atau mulai pasrah dan kalah dengan keadaan

Air mata bahkan takut untuk menetes
Karna airmata tanda akan jiwa yang rapuh
Hati ini seakan berkarat
Dan bibir ini lagi-lagi bersenandung pilu

Tak tahu sampai kapan
Jalan tejal ini akan kutapaki
Bermimpi hanyalah sebuah angan
Yang hanya ada dalam bayang
Karna hidup ini hanya sebuah melodi airmata
#puisi
Share:

Senin, 27 Juli 2015

Someone?

derai hujan basahi bumi
sunyi menyerang tiada henti
hanya ada melodi air
temani diri dalam sepi

sejenak ku teringat dia
sang pangeran pencuri hati
bayang senyumnya tersungging
melelehkan hati beku ini

namun
tuk apa ku menyimpan
sebuah rasa tak menjamin
tuk apa diungkapkan
sebuah hal tak pasti

kupikir itu hanya sekelebat bayang
menyelip dalam relung hati
meyeruak merengkuh jiwa
namun yang kurasa itu nyata
bukan bayang apalagi fatamorgana
Share:

4U

waktu terus bergulir tiada hambatan
memberi mimpi serta harapan
tuk esok meniti jalan
yang penuh dengan angan

terselip bayang kelabu
dalam benak mengusikku
hancurkan pelangi hidupku
memberi hujan di setiap jalanku

sang malaikat datang menggapai
dekap erat diri ini
bagai panas di musim dingin
terasa hangat hati ini

pelangi pulang tampakkan diri
hujan tak diundang pun pergi
tinggallah sejuta tawa dalam diri
sejukkan jiwa dan hati
Share:

Kamis, 11 Desember 2014

Kawanku

kawan,
berjuta kata kurangkai untukmu
tetesan air mata ini mengalir karenamu
ku ingin merengkuh dirimu


bila Tuhan mengijinkan
kuingin melihat lagi senyuman
yang telah lama hilang dr penglihatan

bila Tuhan mengijinkan
kuingin gapai tangan itu
yang telah membalut luka didadaku

bila Tuhan mengijinkan
kuingin menangis dibahumu
kuingin dengarkan petuahmu
kuingin dengar canda tawamu

bagai salju di musim panas
itu hanyalah harapan fana
yang takkan mungkin kudapatkan
Share:

Jumat, 26 September 2014

Rintihan Malam (PUISI)

Ku terbangun dari mimpiku
Di tengah kegundahan malam yang mengusikku
Semburat mendung menerpa langit hatiku
Rintik hujan seakan mewakili perasaanku

Aku termangu di sudut ruang kamarku
Menatap kosong keadaan yang tak tentu
Beribu-ribu pertanyaan menghantam pikiranku


Ya Allah..
Sudahkah aku tunduk padaMu?
Sudahkah aku menjauhi segala perintahMu?
Waktu yang berlalu
Sudahkah kuhabiskan untuk mengejar ridlaMu?

Segera kubasuh wajahku
Dengan sejuknya air wudlu
Tentramkan hati
Sejukkan jiwa

Kuhanya bisa bersimpuh, bersujud dan berdo'a
Memohon ampun kepada Sang Pengampun Dosa
Mendekatkan diri kepadaNya
Ditengah kegundahan malam yang menerpa

A.M.N.L
Share:

Selasa, 23 September 2014

Untuk Kalian :) (PUISI)

Ingin mengucap namun bibir membisu
Ingin menangis namun air mata telah surut
Hanyalah senyum simpul
Yang bisa kurajut

Jangan teteskan air mata
Torehkan senyum bahagia
Jangan tinggalkan iba
Dalam hati kami yang gundah

Bagai bunga mekar
Di padang tandus nan gersang
Sebuah harapan besar
Di tengah kerinduan mengekang

Kerinduan kalian kini terbayar
Kerinduan akan tanah suci
Tuk beribadah kepada-Nya
Mendekatkan diri pada Illahi

Isi hati kalian dengan bahagia
Sebagai insan terpilih
Semoga cahaya surga dapat diraih

Senandung do'aku
Takkan pernah putus
Untuk kalian disana
Semoga kita jadi insan lebih baik
Share: