Kamis, 03 April 2025

Pernikahan

Dulu, aku berpikir pernikahan adalah suatu hal yang menakutkan. Bagaimana bisa aku harus hidup dengan orang asing? Bagaimana bisa aku menyerahkan hidupku pada orang lain? Aku yang buruk dalam beradaptasi ini, bagaimana bisa beradaptasi dengan orang baru, keluarga baru, tempat baru? Membayangkannya saja aku tidak mau. Padahal pernikahan adalah hal yang lumrah dan seakan kini menjadi patokan berlanjutnya hidup seseorang. Fase yang dianggap wajib untuk dilalui setiap orang. 

Aku belajar bahwa pernikahan tidak selalu berisi dg kebahagian. Melihat kehidupan pernikahan orang tuaku, pernikahan adalah tentang 2 orang yg berkomitmen utk tetap memilih satu sama lain dalam keadaan apapun. Benar-benar apapun. Mungkin bila kita masih single, saat kita dihadapkan dengan masalah yg sulit, kita bisa menepi dan menenangkan diri. Dengan menjauh dari keluarga misalnya. Tapi bila sudah menikah, menepi atau kabur meskipun utk menenangkan pikiran tanpa memberitahu pasangan dan tanpa meminta ijin pasangan bisa menimbulkan percikan api yang bila dibiarkan bisa menjadi api membara yang membakar kedamaian dalam pernikahan.

Aku tidak berharap lebih dg kehidupanku setelah menikah. Aku hanya mengharapkan hal sederhana. Hidup tanpa ada suara bentakan. Tanpa ada nada tinggi. Tanpa ada yg merasa diri paling benar. Pernikahan yang saling merangkul, yang isinya saling menasihati bukan membentak, yang saling mendengar, yg saling mengingatkan bukan menyalahkan, yang saling memaklumi bukan saling menuntut, yang saling memahami bukan merasa paling benar, Saling terbuka bukan saling memendam. Yang saling memperjuangkan satu sama lain. . Dalam keadaan sesulit dan seminus apapun. Pernikahan yg di dalamnya aku dan suamiku merasa tenang dan nyaman. Pernikahan yg bisa membawa kami ke surga. Pernikahan yg sakinah mawadah warahmah. ♥️

Melihat diriku yg begitu takut utk menikah, mungkin suatu hari aku akan menikah dg seseorang yg tidak membuatku takut utk menikah. 🤔 Semogaaa.. 
Share:

Sabtu, 20 Agustus 2022

DOA

 Sedari dulu aku percaya, bahwa kekuatan doa itu nyata. Seringkali kita tidak menyadari atau lupa bahwa kita sedang berdiri di atas doa doa kita yang dikabulkan. Aku ingin sharing

Lulus dari perguruan tinggi, aku merasa hidupku benar-benar down. Tak memiliki penghasilan, tak ada pekerjaan, ingin melamar di berbagai tempat tapi ditengah prosesnya terkendala biaya. Karena melamar pekerjaan tidak bisa dilakukan dg tangan kosong. harus print surat lamaran, CV, fotokopi ktp, ijazah, pas foto, amplop coklat dll. Padahal kebutuhan untuk melamar pekerjaan tidak terlalu makan banyak biaya yaaa. Namun kala itu aku benar-benar merasa sedang di bawah. bila menyebut posisiku dengan angka, posisiku bukan lagi di titik nol. tapi di titik minus. Bahkan untuk membeli bensin pun aku kesulitan. Meminta orangtua enggan, karna orangtua juga tak memiliki banyak uang, berhutang pun juga makin enggan karna tidak jelas kapan aku bisa mengembalikan. 

Hingga di titik pasrahh,, aku berdoa,, aku benar-benar merayu Sang Maha Kaya. Sholat dluha kujalankan, puasa senin kamis kurutinkan. Aku benar-benar berdoa dengan segala kepercayaannku, bahwa Allah Maha Kaya. dan Allah tak akan mengujiku di luar kemampuanku. Maka dari itu, aku pasti mampu menghadapinya. Di sela doaku aku terus mengulang doaku. 

"ya Allah berikanlah aku pekerjaan. Aku ingin membantu keluargaku. Aku sudah mengerahkan semua usahaku. Bila memang Engkau menakdirkanku utk bekerja, berikanlah pekerjaan yang bisa kukuasai, yang rekan-rekannya suportif. bila memang tempat kerjaku jauh, berikanlah aku tempat kerja yang rutenya melewati perdesaan, jauh dari keramaian, agar aku bisa terus melihat kuasaMu melalui keindahan alamMu.. Dan yang terpenting, berikanlah hamba pekerjaan dg pemilik serta atasan yang islami agar aku bebas dalam beribadah dan berpakaian."

Dan,, Allah mengabulkannya. Benar-benar mengabulkannya. Tempat kerjaku memang agak jauh, tapi,, tepat seperti doaku, rute perjalanan yang kutempuh adalah jalur pedesaan yang jauh dari keramaian. Aku bisa melihat sunset sepulang dari kerja. Bisa mellihat hamparan sawah yang hijau, sungguh masya Allah menyejukkan mata dan pikiranku. Dan atasanku benar-benar islami. Setiap meeting selalu mengingatkan kami dg satu atau dua ayat al-Quran. Pimpiannnya pun juga tidak kalah islami. Tiap bulan diadakan pengajian di tiap workshop. 

di tahun tahun pertama aku sering menangis di perjalanan karna terharu dg cara Allah mengabulkan doaku. Tiap kali aku ingin mengundurkan diri, aku selalu teringat bahwa ini adalah jawaban dari doaku. Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkannya? Mungkin tempat ini yang terbaik untukku. Mungkin banyak pelajaran yang bisa kupetik diisni. Mungkin disini Allah ingin mempertemukanku dg orang orang baik. Setiap kali ada kendala disini, aku selalu berhusnudzon pada Allah. Dan bila saatnya tiba, saat masaku disini berakhir, aku ingin berakhir dg cara yang baik. Cara yang tidak memberatkanku, tidak memberatkan keluargaku, juga tak memberatkan rekan kerja/atasan/ perusahaan. 

ini tadi hanya satu dari sekian banyak doa yang Allah kabulkan.

Jangan lupa berdoa kawan. Allah benar-benar dekat. Bila dirasa tak ada lagi yang bisa dijadikan tempat curhat. Ingatlah, ada Allah yang selalu mendengarmu dan membantumu. Bahkan ketika kamu tak meminta. 


20-8-2022

AMNL

Share:

Rabu, 19 Mei 2021

INFO TANAH, RUMAH DAN KOS DIJUAL DEKAT UIN RMS SURAKARTA (IAIN SURAKARTA)

Anda berminat ingin mencari rumah? atau mungkin juga sekaligus ingin membangun kos-kosan di sekitar kampus? Mungkin info ini dapat membantu anda :)
Dijual!
Rumah dan kos-kosan yang terletak tepat di belakang rumah, 
- LB rumah +- 90m full bangunan. 
- LB kos +- 40m dengan LT +-160m.
- Total 5KT, 2KM, 1 dapur, full keramik
- SHM
- lokasi desa Gerjen, Kartasura (jarak dari UIN Surakarta 10 menit berjalan kaki, 2 menit dengan sepeda motor)
- Sangat cocok untuk dikembangkan sebagai kos kosan.

minus: dekat makam dan tower.

Bagi yang berminat atau ingin tanya-tanya harga dan sebagainya silahkan langsung hubungi nomor : 08992880089 (Bp/ibu. Nur) . Monggo sebelum harga naik. ^__^

Dari Kampus Utama UIN Surakarta hanya 10 menit berjalan kaki, 2 menit dengan sepeda motor

Dari Gedung PPG UIN Surakarta hanya 6 menit berjalan kaki, 2 menit dengan sepeda motor






Rumah Tampak Depan





Kos 3 Kamar di Belakang Rumah




Share:

Minggu, 14 Juni 2020

Now I know

Disini aku belajar banyak. Dan menemukan karakterku yang sebelumnya tak kusadari. 
Aku belajar, bahwa tak semua perintah atasan harus kita setujui. Jangan lupa kita hidup di jaman demokrasi. Kita boleh kok menyampaikan pendapat, kita tak pernah tau pendapat kita yang mana yg bisa dijadikan solusi. So, keluarkan pendapatmu sebanyak-banyaknya. Tak perlu khawatir bila pendapat kita tak digubris. Yang penting kita mengeluarkan pendapat. Yang menunjukkan bahwa kamu juga punya prinsip. Tidak hanya mengikuti arus yang entah dimana akan bermuara. 
Semua ada pada kendali mu. Lagi-lagi jangan batasi dirimu. Membatasi diri sama saja membatasi perubahan utk jadi lebih baik. Cobalah berpikiran terbuka. Jangan tahan hatimu. Dengarkan hatimu. Biarkan ia bersuara dg leluasa. Kamu tak boleh memenjarakan diri hanya karna kamu tak memiliki kepercayaan diri dan tak yakin dg pendapatmu. 
Jaga perkataanmu. Apa yang kamu ucapkan bisa menjadi dua hal. Pertama sebagai obat penyembuh dan kedua sebagai racun pembunuh. Jangan sampai apa yang kamu ucapkan bisa menjadi racun yang membunuh ketenangan. Atau menjadi virus yang menyebarkan isu tak benar. Apapun info yang kamu dapat, saring dulu baru sharing. 
Lakukan semua pekerjaan mu dg sepenuh hati, ikhlas dan ingat Allah. Ingat, semua yg kamu lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak. Menjadi karyawan yg tidak amanah bukan hal baik yang bs dipelihara. Lakukan yg terbaik dan jadilah karyawan yg amanah.
Jangan mudah percaya. Apa yang dikatakan oleh satu orang belum tentu itu benar. Terkadang orang lain hanya menyampaikan info dari apa yang dilihat dg sebelah mata. Berita yang sama berdasarkan kacamata orang lain mungkin beda lagi. Pintar" memilah mana yang bisa dipercaya dan mana yang tidak. 

Share:

Selasa, 26 Mei 2020

PILIH MANA? GURU / KARYAWAN SWASTA / ENTERPREUNER

Sejujurnya, dari kecil aku tak pernah memiliki angan untuk menjadi karyawan swasta/kantoran. Bagiku, menjadi karyawan sangat membosankan dan penuh tekanan. Entah tekanan dari atasan, bawahan maupun rekan kerja. Oleh karena itu, aku benar-benar tidak memiliki keinginan untuk menjadi karyawan kantor. Namun angan hanyalah angan. Manusia bisa berencana, Allah yang memutuskan. Dan disinilah aku.
Terlepas apakah posisi yang kumiliki sekarang apakah sesuai dengan jurusanku atau tidak, aku merasa tidak cocok dengan pekerjaan ini. Dari kecil aku lebih senang berkutat dengan komputer atau angka daripada dengan manusia. Aku merasa sulit untuk memberikan intruksi kepada teman-teman. Apalagi bila mereka memiliki argumen untuk menolaknya dan argumen itu sangat masuk akal. Aku bukan tipikal orang yang suka berdebat. Ketika oranglain tak bisa menerima masukan atau argumenku, ya sudah. Aku tak memaksa dan aku tak berusaha membuat mereka paham dengan apa yang kupikirkan.
Karena menurutku perbedaan pendapat itu wajar. Jadi kenapa mesti ada yang salah dan benar? Kita manusia memiliki cerita masing-masing. Bila pandangan kita sama ya alhamdulillah, bila tidak, yasudah pasti ada alasan dibalik itu semua. Kita tak pernah tahu apa yang dialami orang lain selain orang lain itu bercerita kan? yaa begitulah hidup. Lalu kenapa mesti membenarkan pendapat kita dan menganggap pendapat lain salah?

Share:

Minggu, 26 April 2020

Jangan Lupa Bersyukur


 

Pernah nggak sih kamu ngerasa dunia ini nggak adil? Ngerasa hidupmu apess terus, nggak ada yang bener. Apa yang kamu pingin  nggak ada yang tercapai padahal kamu udah usaha. Planing yang kamu susun rapi jadi amburadul karna variabel tak terduga. Lalu kamu lihat orang lain lancar bener usahanya. Bisa dapetin apa yang mereka mau dengan mudah. Yah, lagi-lagi umput tetangga emang terlihat lebih hijau gaes. Buat kamu yang lagi ngerasa kayak gini. Tenang kamu nggak sendirian. Jadi ayo kita nangis bareng sob :") T_T
Eitss,, tapi bukan itu inti dari postingan ini. Nangis boleh tapi jangan keterusan yaa. Kasian air matamu bisa habis :")
Sebelum ngejudge bahwa dunia itu nggak adil, yuk koreksi diri dulu. Pernah kepikiran nggak, mungkin apa yang kita dapatkan sekarang adalah balasan dari kelakuan kita di masa lalu. Mungkin kita pernah berbuat dzalim sama seseorang tanpa kita sadari atau malah kita jahat sama Allah. Nggak sholat tepat waktu misalnya, atau ngga memberi zakat. Jangan sampai kita hanya berfokus pada apa yang kita dapatkan, kemudian lupa dengan apa yang harus kita lakukan / berikan. :"

Bisa jadi masalah yang kita hadapi sekarang adalah balasan dari kelakuan kita di masa lalu

Yuk intropeksi diri dan lebih belajar bersyukur lagi. :)
Share:

Rabu, 29 Januari 2020

Sajak Murid

Ceritanyaa adikku yg masih sd minta bantan buat bikin puisi sederhana, akhirnya inilahhh hasilnyaa ^=^


Mentari telah terbit
Menyapa kami para murid
Yang tengah belajar sepenuh hati
Merakit mimpi untuk kami raih


Rintangan demi rintangan kami lalui
Namun tiada menjadi hambatan bagi kami
Untuk melangkahkan kaki kecil kami
Menuju jenjang yang lebih tinggi


Usaha usaha usaha
Doa doa doa
Tak henti kami melakukan keduanya
Demi membanggakan orang tua
Dan torehkan senyum di wajah mereka


Tak lupa membanggakan pahlawan kami
Pahlawan tanpa tanda jasa
Yang tiada henti membimbing kami
Agar kami mampu bersiap
Terbang perlahan menjemput mimpi

Share:

Realita Dunia Kerja

Sudah hampir 1 bulan aku bekerja.
Dunia kerja tidak sesimpel dunia sekolah atau perkuliahan. Persoalan di dunia kerja lebih rumit dan pelik di luar apa yg kupikirkan.
Jadi kangen masa kuliah dan sekolah. Ketika kita hanya perlu menjawab soal" yg disodorkan. Memang benar ketika kuliah kita dilatih menghadapi persoalan dg melalui tugas atau fgd. Tp dunia kerja tak sesimpel itu. Ketika terjun di lapangan trnyata sgt berbeda dg teori. Jawaban yg harusnya menjadi solusi menurut pola pikir orang yg paham teori trnyata malah menjadi masalah bagi orang lapangan.
Ahhh aku pasti bisa .

realita kerja membuatku tersadar bahwa komunikasi adalah hal pokok yang harus bisa kita kuasai. Padahal komunikasi adalah salah satu kelemahan ku
ahhh rasanya sulit sekali keluar dari zona nyaman ini.
ibarat kepompong , apakah aku bisa keluar dan menjadi kupu-kupu dan terbang?
atau justru menjadi kupu-kupu yang cacat dan mati dari dalam?

Tak ada seorangpun yang bisa kupercaya
Bahkan aku sulit mempercayai diriku sendiri.
hanya Allah SWT . . .


Share: