Kamis, 03 April 2025
Sabtu, 20 Agustus 2022
DOA
Sedari dulu aku percaya, bahwa kekuatan doa itu nyata. Seringkali kita tidak menyadari atau lupa bahwa kita sedang berdiri di atas doa doa kita yang dikabulkan. Aku ingin sharing
Lulus dari perguruan tinggi, aku merasa hidupku benar-benar down. Tak memiliki penghasilan, tak ada pekerjaan, ingin melamar di berbagai tempat tapi ditengah prosesnya terkendala biaya. Karena melamar pekerjaan tidak bisa dilakukan dg tangan kosong. harus print surat lamaran, CV, fotokopi ktp, ijazah, pas foto, amplop coklat dll. Padahal kebutuhan untuk melamar pekerjaan tidak terlalu makan banyak biaya yaaa. Namun kala itu aku benar-benar merasa sedang di bawah. bila menyebut posisiku dengan angka, posisiku bukan lagi di titik nol. tapi di titik minus. Bahkan untuk membeli bensin pun aku kesulitan. Meminta orangtua enggan, karna orangtua juga tak memiliki banyak uang, berhutang pun juga makin enggan karna tidak jelas kapan aku bisa mengembalikan.
Hingga di titik pasrahh,, aku berdoa,, aku benar-benar merayu Sang Maha Kaya. Sholat dluha kujalankan, puasa senin kamis kurutinkan. Aku benar-benar berdoa dengan segala kepercayaannku, bahwa Allah Maha Kaya. dan Allah tak akan mengujiku di luar kemampuanku. Maka dari itu, aku pasti mampu menghadapinya. Di sela doaku aku terus mengulang doaku.
"ya Allah berikanlah aku pekerjaan. Aku ingin membantu keluargaku. Aku sudah mengerahkan semua usahaku. Bila memang Engkau menakdirkanku utk bekerja, berikanlah pekerjaan yang bisa kukuasai, yang rekan-rekannya suportif. bila memang tempat kerjaku jauh, berikanlah aku tempat kerja yang rutenya melewati perdesaan, jauh dari keramaian, agar aku bisa terus melihat kuasaMu melalui keindahan alamMu.. Dan yang terpenting, berikanlah hamba pekerjaan dg pemilik serta atasan yang islami agar aku bebas dalam beribadah dan berpakaian."
Dan,, Allah mengabulkannya. Benar-benar mengabulkannya. Tempat kerjaku memang agak jauh, tapi,, tepat seperti doaku, rute perjalanan yang kutempuh adalah jalur pedesaan yang jauh dari keramaian. Aku bisa melihat sunset sepulang dari kerja. Bisa mellihat hamparan sawah yang hijau, sungguh masya Allah menyejukkan mata dan pikiranku. Dan atasanku benar-benar islami. Setiap meeting selalu mengingatkan kami dg satu atau dua ayat al-Quran. Pimpiannnya pun juga tidak kalah islami. Tiap bulan diadakan pengajian di tiap workshop.
di tahun tahun pertama aku sering menangis di perjalanan karna terharu dg cara Allah mengabulkan doaku. Tiap kali aku ingin mengundurkan diri, aku selalu teringat bahwa ini adalah jawaban dari doaku. Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkannya? Mungkin tempat ini yang terbaik untukku. Mungkin banyak pelajaran yang bisa kupetik diisni. Mungkin disini Allah ingin mempertemukanku dg orang orang baik. Setiap kali ada kendala disini, aku selalu berhusnudzon pada Allah. Dan bila saatnya tiba, saat masaku disini berakhir, aku ingin berakhir dg cara yang baik. Cara yang tidak memberatkanku, tidak memberatkan keluargaku, juga tak memberatkan rekan kerja/atasan/ perusahaan.
ini tadi hanya satu dari sekian banyak doa yang Allah kabulkan.
Jangan lupa berdoa kawan. Allah benar-benar dekat. Bila dirasa tak ada lagi yang bisa dijadikan tempat curhat. Ingatlah, ada Allah yang selalu mendengarmu dan membantumu. Bahkan ketika kamu tak meminta.
20-8-2022
AMNL
Rabu, 19 Mei 2021
INFO TANAH, RUMAH DAN KOS DIJUAL DEKAT UIN RMS SURAKARTA (IAIN SURAKARTA)
Minggu, 14 Juni 2020
Now I know
Selasa, 26 Mei 2020
PILIH MANA? GURU / KARYAWAN SWASTA / ENTERPREUNER
Terlepas apakah posisi yang kumiliki sekarang apakah sesuai dengan jurusanku atau tidak, aku merasa tidak cocok dengan pekerjaan ini. Dari kecil aku lebih senang berkutat dengan komputer atau angka daripada dengan manusia. Aku merasa sulit untuk memberikan intruksi kepada teman-teman. Apalagi bila mereka memiliki argumen untuk menolaknya dan argumen itu sangat masuk akal. Aku bukan tipikal orang yang suka berdebat. Ketika oranglain tak bisa menerima masukan atau argumenku, ya sudah. Aku tak memaksa dan aku tak berusaha membuat mereka paham dengan apa yang kupikirkan.
Karena menurutku perbedaan pendapat itu wajar. Jadi kenapa mesti ada yang salah dan benar? Kita manusia memiliki cerita masing-masing. Bila pandangan kita sama ya alhamdulillah, bila tidak, yasudah pasti ada alasan dibalik itu semua. Kita tak pernah tahu apa yang dialami orang lain selain orang lain itu bercerita kan? yaa begitulah hidup. Lalu kenapa mesti membenarkan pendapat kita dan menganggap pendapat lain salah?
Minggu, 26 April 2020
Jangan Lupa Bersyukur
Pernah nggak sih kamu ngerasa dunia ini nggak adil? Ngerasa hidupmu apess terus, nggak ada yang bener. Apa yang kamu pingin nggak ada yang tercapai padahal kamu udah usaha. Planing yang kamu susun rapi jadi amburadul karna variabel tak terduga. Lalu kamu lihat orang lain lancar bener usahanya. Bisa dapetin apa yang mereka mau dengan mudah. Yah, lagi-lagi umput tetangga emang terlihat lebih hijau gaes. Buat kamu yang lagi ngerasa kayak gini. Tenang kamu nggak sendirian. Jadi ayo kita nangis bareng sob :") T_T
Eitss,, tapi bukan itu inti dari postingan ini. Nangis boleh tapi jangan keterusan yaa. Kasian air matamu bisa habis :")
Sebelum ngejudge bahwa dunia itu nggak adil, yuk koreksi diri dulu. Pernah kepikiran nggak, mungkin apa yang kita dapatkan sekarang adalah balasan dari kelakuan kita di masa lalu. Mungkin kita pernah berbuat dzalim sama seseorang tanpa kita sadari atau malah kita jahat sama Allah. Nggak sholat tepat waktu misalnya, atau ngga memberi zakat. Jangan sampai kita hanya berfokus pada apa yang kita dapatkan, kemudian lupa dengan apa yang harus kita lakukan / berikan. :"
Bisa jadi masalah yang kita hadapi sekarang adalah balasan dari kelakuan kita di masa lalu
Rabu, 29 Januari 2020
Sajak Murid
Ceritanyaa adikku yg masih sd minta bantan buat bikin puisi sederhana, akhirnya inilahhh hasilnyaa ^=^
Mentari telah terbit
Menyapa kami para murid
Yang tengah belajar sepenuh hati
Merakit mimpi untuk kami raih
Rintangan demi rintangan kami lalui
Namun tiada menjadi hambatan bagi kami
Untuk melangkahkan kaki kecil kami
Menuju jenjang yang lebih tinggi
Usaha usaha usaha
Doa doa doa
Tak henti kami melakukan keduanya
Demi membanggakan orang tua
Dan torehkan senyum di wajah mereka
Tak lupa membanggakan pahlawan kami
Pahlawan tanpa tanda jasa
Yang tiada henti membimbing kami
Agar kami mampu bersiap
Terbang perlahan menjemput mimpi
Realita Dunia Kerja
Dunia kerja tidak sesimpel dunia sekolah atau perkuliahan. Persoalan di dunia kerja lebih rumit dan pelik di luar apa yg kupikirkan.
Jadi kangen masa kuliah dan sekolah. Ketika kita hanya perlu menjawab soal" yg disodorkan. Memang benar ketika kuliah kita dilatih menghadapi persoalan dg melalui tugas atau fgd. Tp dunia kerja tak sesimpel itu. Ketika terjun di lapangan trnyata sgt berbeda dg teori. Jawaban yg harusnya menjadi solusi menurut pola pikir orang yg paham teori trnyata malah menjadi masalah bagi orang lapangan.
Ahhh aku pasti bisa .






.jpeg)