Selasa, 22 Oktober 2019

Ikhlas

Saat Allah menghendaki kebaikan pada kita, maka tak ada yang dapat menghalangi

Sebaliknya, saat Allah ingin menguji kita dengan sesuatu maka tak ada yang mampu membantu

Seringkali masalah terasa berat jika kita tak berpasrah dengan takdirNya

Sebaliknya, masalah seberat apapun dengan KEIKHLASAN, akan terasa ringan.

Seperti mentari yang ikhlas mencurahkan sinarnya setiap hari

Seperti rembulan yang taat menerangi pekatnya malam

Seperti seorang ibu yang redha melahirkan, membesarkan juga mendidik putra putrinya

Ikhlas bukan berarti diam, tapi bergerak dengan keyakinan,
Berjuang dengan kesungguhan, namun menyerahkan semua hasil pada Dia yang Maha Kuasa.

Karena Dia yang paling tahu takdir terbaik untuk dunia akhirat kita.

Semoga kita tergolong orang yang ikhlas menerima semua takdir dari Nya

Share:

Jumat, 04 Oktober 2019

Ngeluh ~~

Memang, manusia tak pernah merasa cukup akan segala nikmat yang telah Allah berikan. Entah akan sebanyak apa keluh kesah terus muncul dalam setiap langkah kaki kita. Tugas banyak? Ngeluh, pengen cepet-cepet semester akhir dan lanjut skripsi. Judul proposal skripsi nggak di acc? Ngeluh, pengen cepet dapet dosbing.  Dapet dosbing killer? Ngeluh, pengen cepet sidang. Dapet revisi setelah sidang? Ngeluh, pengen cepet wisuda. Belum dapet kerja setelah wisuda? Ngeluh, pengen dapet kerja. Tugas di tempat kerja menumpuk? Ngeluh juga, pengen cepet nikah biar bisa ada tempat sandaran. And Never ending. . .  Endless. . Mengeluh tiada akhir. . terus seperti itu. .
Terus gimana caranya supaya nggak ngeluh? Gampang sih, sabar aja.   Diem, dipendem dalam hati.
Nanti stress dong? Ya nggak gitu juga . . Jangan cuma dipendem terus kabur dari masalah dong. Hadapin tuh masalah tanpa mengeluh. Coba deh setiap mau ngeluh, kita inget" hal positif apa yg kita dapet setelah nyelesai-in apa yg ada di depan kita. Lalu jangan lupa doa sama Allah supaya diberi kemudahan.
Btw, sebenernya, post ini mau aku jadiin tempat ngeluh karna galau mendekati hari H wisuda dan belum dapat kerjaan. Tapi karna tiba-tiba inget ngga boleh ngeluh lagi, akhirnya malah jadilah post amburadul kayak gini xD sankyu sudah mau membaca celotehan tak berfaedahku ini ^=^
Ingat untuk selalu bersyukur dan jangan mengeluh ya ! Apapun yang sedang kamu perjuangkan, tetap semangat dan pantang menyerah! Yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik untukmu :)

4 Oktober 2019
Aulia Maya Nur Lita
Share:

Jumat, 27 September 2019

Selamat Tinggal Sahabat

Selamat tinggal,Sahabatku

Ingin mengucap namun bibir membisu
Ingin menangis namun air mata telah surut
Diriku hanya bisa mematung
Memutar memori indah yang telah berlalu

Tersenyum seakan menjadi hal yang semu
Ketika aku tak bisa lagi bertemu dengan mu
Ketika tak bisa lagi melihat senyummu Ketika tak bisa lagi mendengar gelak tawamu

Ketika tak bisa lagi melakukan hal konyol bersamamu

Penyesalan itu seakan menjadi sebilah pisau tajam
Yang menusuk hatiku terdalam
Mengoyak hatiku
Lalu menenggelamkanku
Ke dalam jurang penyesalan terdalam

Andai aku tahu hari itu hari terakhirmu
Sungguh aku ingin memelukmu
Sungguh aku ingin bersenda gurau denganmu
Sungguh aku ingin membuatmu tertawa
Sungguh aku ingin bersandar di pundakmu
Ingin aku menemanimu lebih lama

Namun, takdir yang telah tergaris
Tak akan pernah bisa kita tepis

Kini hanya senandung doa yang bisa kuberikan untukmu
Ijinkan aku terus mengenangmu
Karna kau adalah sahabatku
Selamat tinggal, sahabatku

Share:

Daun

Kulirik dedaunan itu
Berguguran dg anggun
Daun itu tidak mengaduh
Tidak pula mengeluh

Daun itu bersenandung
Menari dan menyanyi dg riuh
Membuatku terpaku
Dan termenung

Berguguran tnp tangis
Mereka tau ini bukan akhir
Ini adalah sebuah awal baru
Utk mnjd berguna bagi yang lain

Share:

Impian?

Impian. Entah sejak kapan aku buta dg impianku. Aku merasa jiwa pemimpiku sudah mati entah sejak kapan. Rasanya hampa. Mungkin ini yang dinamai 'mati rasa'. Ahh sudahlah. Tak perlu mencaritau apa yg ku rasa.
Kini aku sedang menerka sebenarnya apa yang benar-benar aku inginkan. Sebenarnya apa yang benar" aku sukai? Apa passionku? Apa kelebihanku?
Nothing.
Kata itu terbesit dalam pikiranku.
C'mon. Aku sudah bukan anak berumur 10 tahun. Bahkan anak sd bila ditanya ttg mimpi,kelebihan mereka menjawab dengan percaya diri. Selemah itukah? Aku ingin lebih berani. Menatap lurus kedepan. Merancang rencana perubahan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Impianku tak begitu muluk. Aku hanya ingin berguna bagi orang" sekitarku.
27 September 2019
Share:

Senin, 01 Juli 2019

Ngajar Jadi Guru TK? Siapa Takut?

Aku masih ingat dulu aku mempunyai cita-cita menjadi guru. Hingga waktu kelas 5 SD guruku memintaku untuk praktek sebagai guru di depan kelas. Sejak itu, aku mantap ingin menjadi guru kelak ketika aku dewasa. Menjadi guru menurutku sangatlah hebat. Apalagi guru TK. Mungkin banyak orang yang tidak menyadari betapa hebatnya para  guru TK. dari merekalah kita pertama kali belajar mengenal huruf, angka, nama benda, nama hewan, dan berbagai nama yang ada di seluruh jagat raya. Hebat bukan? Yang membuatku semakin terkagum-kagum dengan guru TK adalah ketika mereka mengajak para murid TK untuk menghafal ayat-ayat suci al-quran. Tidak hanya dikenalkan dengan huruf alfabet tapi mereka juga mengenalkan pada anak-anak huruf arab. kebayang nggak sih berapa banyak pahala yang akan mengalir untuk para guru tk ketika ilmu yang mereka salurkan diterapkan oleh para murid :)

Share:

Senin, 07 Januari 2019

Rindu

Aku tak begitu mengerti apa masalah mereka. Ingin bertanya, ingin ikut campur tapi itu bukan wilayahku. Aku merasa tak berhak untuk tahu. Karena aku bukan siapa siapa beliau. Aku hanya kebetulan hidup bersama beliau selama hampir 22 tahun. Beliau memikul semua beban itu seorang diri.
Share:

Sang Pejuang Ilmu

Sinar baru dari timur menyeka peluh perjuangan
Menyapa mimpi calon pemimpin bangsa
Jikalau ada setitik hitam dalam jalannya..,
Bukan noktah tanpa makna…,
Lebih dari penggembleng nyata

Jikalau asa memudar.., bukan berarti sirna
Namun hanya sejenak istirahatkan rasa
Bukan egoisme, namun negosiasi dalam isme
Melepaskan dahaga idealisme

Tak ada semburat menyerah, hanya sinar kemenangan
Tertata rapi ditiap pribadi anak ibu pertiwi
Bukan simbolik kekalahan, namun bendera kemenangan
Karena tiada mimpi sia-sia, temaram dalam kelam kesunyian
Namun secercah asa kan mampu membalikan kehidupan
Merubah impian menjadi harapan
Wujudkan harapan menjadi kenyataan

R.E.N.I
19/12/2011
Share:

Sang Nenek

Semburat kepedihan itu masih membekas diwajahmu. Sudah bertahun-tahun. tak jua hilang. Justru kerut wajahmu makin menunjukkan kepedihanmu. Sungguh aku tak ingin kau menyimpan derita itu sendirian. Ku ingin meringankan bebanmu. tapi kenapa kau tak mau membaginya denganku.
“Aku ini siapa?”
Aku tak begitu tau latar belakangmu.. namun ku merasakan kepedihan yang tak pernah mau kau ungkapkan. Ku panggil dirimu yank ti. Sebagian temanku mengira ku memanggil pacarku.. tapi, itulah panggilan kesayanganku untukmu. Nenek tua yang tinggal sebatangkara dengan rumah yang besar, harta yang banyak tapi tak ku lihat sedikit celah untuk sinar kebahagiaaan. Ku hannya melihat butir-butir Kristal yang meleleh diantara kedua kelopak mata mu.
Aku bukan anakmu, bukan cucumu, bukan pula sanak saudaramu. Namun aku bisa merasakan kesepian dan kedukaan yang terpancar dari matamu. Aku bisa mengerti mengapa kau begitu ingin menyimpan kedukaan itu sendiri..hanya takut “dikasihani” terlalu gengsi untuk ucapkan kata “ma’af” hingga sang anakpun tak mau lagi mengunjungimu meski hanya sekedar menayakan kesehatanmu,atau bahkan kebutuhanmu.
Garis kepedihan itu telah menggurat duka yang amt dalam. Airmatakupun ikut berlinang.. meski kau mencoba menceritakan cerita lucu. Namun kurasa begitu menyedihkan.

R.E.N.I
18/12/2011
Share: